Hubungan Diet dan Batu Ginjal

Insidensi batu ginjal di dunia cukup tinggi. Di Amerika Serikat terdapat 30 juta orang memiliki risiko untuk menderita batu ginjal. Angka kejadiannya berkisar 12% pada pria dan 7% pada wanita. Umumnya, batu ginjal mulai berkembang pada usia 20-49 tahun dan puncaknya terjadi pada usia 35-45 tahun.

Pembentukan batu saluran kencing merupakan sesuatu yang kompleks dan proses dari berbagai faktor. Diet merupakan salah satu dari beberapa faktor yang dapat membentuk maupun menghambat pembentuikan batu ginjal. Faktor lain yang tak terpisahkan berkaitan dengan diet adalah faktor keturunan, lingkungan, berat badan, serta asupan cairan.

Tubuh memerlukan makanan sebagai sumber energi dan untuk perbaikan jaringan, setelah dimetabolisme, terbentuk produk sisa metabolisme yang akan dibawa ke ginjal melalui darah dan akhirnya akan dibuang melalui air kencing kita. Makanan tertentu dapat menghasilkan produk sisa yang berpotensi membentuk kristal di sistem organ berkemih kita. Pada orang tertentu,  kristal tersebut dapat berlanjut menjadi batu saluran kencing.

Jenis- jenis batu ginjal yang berhubungan dengan asupan makanan (diet) adalah batu kalsium (kalsium oksalat, kalsium fosfat, dan kalsium urat) dan batu asam urat. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam diet adalah :

  • Meningkatkan asupan cairan. Disarankan untuk minum dua liter per hari. Namun apabila tinggal di daerah panas dan kering, aktivitas fisik yang tinggi dapat memerlukan asupan cairan yang lebih untuk mendapatkan urin yang cukup.
  • Konsumsi kalsium yang cukup. Kalsium yang cukup akan mengurangi risiko untuk terbentuknya batu kalsium. Adapun rekomendasi konsumsi harian menurut RDA Amerika Serikat adalah 1. Usia 9-18 tahun: 1300 mg. 2. Usia 19-50 tahun 1000mg. 3. Usia >50 tahun: 1200 mg.
  • Membatasi diet yang kaya oksalat. Kadar oksalat tertinggi ditemukan pada cokelat, kacang-kacangan, bayam, bit, dan teh hitam.
  • Asupan Makanan yang mengandung garam yang tinggi. Semakin banyak jumlah garam yang kita konsumsi, semakin banyak pula garam (natrium) yang kita keluarkan. Ternyata pembuangan garam natrium ini berhubungan erat dengan pembuangan kalsium. Artinya, semakin banyak garam natrium yang dibuang, semakin banyak juga garam kalsium yang ikut terbuang. Kadar kalsium yang tinggi dalam urin dapat bergabung dengan oksalat dan fosfor dan membentuk batu. Asupan garam yang disarankan adalah tidak lebih dari satu sendok teh dalam sehari.

Jangan lupa untuk membaca label pada makanan kemasan, pilihlah dengan kadar garam yang rendah, serta berhati-hatilah pada natrium yang tersembunyi seperti pada penyedap makanan atau yang dikenal dengan MSG, sodium bikarbonat, baking powder. Selanjutnya dikenal diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) yaitu pendekatan diet untuk mencegah atau mengontrol hipertensi, penelitian terbaru yaitu konsumsi makanan sesuai dengan DASH  selain untuk mencegah dan mengontrol tekanan darah tinggi juga dapat bermanfaat menurunkan kolesterol jahat yang pula akan menurunkan risiko penyakit jantung, mencegah batu ginjal serta menjaga kepadatan tulang.

Bagi orang yang memiliki berat badan berlebih diet DASH dapat membantu menurunkan berat badan, terkait dengan pembentukan batu ginjal, penelitian menunjukkan bahwa kelebihan berat badan meningkatkan risiko batu asam urat dan batu kalsium.Pada dasarnya diet DASH menyajikan buah-buahan, sayuran, gandum dan susu bebas atau rendah lemak dan produk-produk susu yang rendah kalori, lemak dan garam namun sumber yang baik dari kalium. Kalium dan peningkatkan sitrat dalam urin dan volume urin dalam diet DASH penting untuk mencegah batu ginjal. Dapat membantu penurunan berat badan karena kaya akan makanan berkalori rendah seperti buah dan sayuran yang disertai dengan peningkatan aktivitas fisik.

  • Membatasi protein hewani. Protein hewani antara lain jeroan, telur, daging ayam, sapi, dan kambing. Protein hewan dapat menghasilkan batu asam urat. Sitrat (misalnya berasal dari jus jeruk) dapat berguna untuk mencegah batu ginjal, tetapi asam di protein hewani mengurangi sitrat di urin.
  • Konsumsi vitamin C dan D yang berlebihan juga akan meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal. Vitamin C per hari sebaiknya dikonsumsi tidak lebih dari 500 mg. Sedangkan suplemen kalsium, biasanya mengandung vitamin D, disarankan dikonsumsi bersamaan dengan makanan.

Jadi, perhatikanlah makanan dan minuman Anda mulai sekarang karena berpengaruh besar pada kesehatan. Perlahan-lahan mengubah pola makan dan minum dengan memperhatikan komposisi diet niscaya akan menjadi kebiasaan yang baik dan menjadi bagian dari gaya hidup Anda. Mencegah lebih baik daripada mengobati.

Sumber:
Barclay L. DASH-style diet may help prevent kidney stones. www.medscape.com/viewarticle/728963
Diet for kidney stone prevention. Diunduh dari : www.kidney.niddk.nih.gov.
Krieg C. The role of diet in the prevention of common kidney stones. 2006. www.medscape.com/view article/521368_4
U.S. Department Of Health and Human Services National Institutes of Health National Heart, Lung, and Blood Institute. Your Guide to Lowering Your Blood Pressure With DASH. 2006. NIH publication.
Wolf JS. Nephrolithiasis. 2012. www.medscape.com
www.health.qld.gov.aui/nutrition/resources/renal_kdnystones.pdf.

About dr. Sylvia Irawati

View all posts by dr. Sylvia Irawati →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *