Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Puasa

Ibu hamil, ibu menyusui, dan puasa sering menimbulkan pertanyaan. Namun ibu hamil dan ibu meyusui mendapatkan keringanan dari Allah untuk tidak berpuasa ramadhan. Allah menjelaskan peraturan membayar fidiah wanita hamil dan menyusui dalam ayat berikut:

“Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidiah (yaitu) membayar makan satu orang miskin.” (QS Al-Baqarah:184).

 Memberi makan satu orang miskin ini dilakukan sebanyak tiga kali sehari, sesuai dengan jadwal makan pada umumnya. Sebisa mungkin pada hari tidak berpuasa. Atau merapel semuanya di akhir ramadhan, tentunya sesuai dengan jumlah hari yang ditinggalkan.

Dan tentunya ibu hamil dan ibu menyusui yang tidak berpuasa, tetap harus mengganti puasa di hari lain, sebanyak hari yang ditinggalkannya.

Namun, ketika tanggal 10/7/2013 setelah berbuka puasa, mengajukan pertanyaaan melalui akun @adirahmanOG di twitter, seberapa banyak ibu hamil dan ibu menyusui yang sukses puasanya, kaget juga, saking banyaknya ibu hamil dan ibu menyusui, bahkan ibu hamil yang juga masih menyusui juga, yang ternyata, bisa menjalani puasa ramadhan dengan lancar!!

Saluttt!! Tapii, jangan lupa tetap ingat bersedekah, supaya orang miskin yang kurang makan, tetap bisa makan yaaa! 😀

Isi sebagian testimoni dari ibu hamil dan ibu menyusui via twitter, dapat dilihat di: https://www.facebook.com/notes/dr-muhammad-nurhadi-rahman-spog/ibu-hamil-ibu-menyusui-dan-puasa/173772646134381

Nah, sebenarnya, bila melihat dari penelitian-penelitian yang dilakukan terhadap ibu hamil dan ibu menyusui yang berpuasa, tidak perlu kaget juga, karena ternyata, di seluruh dunia, lebih dari tiga perempat ibu hamil dan ibu menyusui, tetap berpuasa selama ramadhan. Dan berikut hasil-hasil penelitian lain, yang sebagian besar menunjukkan tidak ada efek yang membahayakan bagi ibu hamil dan ibu menyusui yang berpuasa selama ramadhan. Tentunya, bagi ibu hamil dan ibu menyusui yang sehat, dan yakin dirinya akan bisa melalui saat berpuasa itu dengan baik. Berikut penelitian-penelitian tersebut:

  • Skor Apgar bayi dari wanita yang berpuasa pada kehamilan tidak berbeda dari bayi perempuan yang tidak berpuasa.
  • Puasa pada kehamilan dapat menyebabkan bayi memiliki berat badan lahir rendah, terutama jika puasa berlangsung pada trimester pertama. Namun, penelitian lain menemukan perbedaan dalam berat lahir ini sangat kecil.
  • Bayi yang lahir dengan ibu yang berpuasa baik dalam kehamilan atau pada saat pembuahan dapat tumbuh menjadi sedikit lebih pendek dan lebih kurus. Tapi sekali lagi, perbedaan ini sangat kecil.
  • Terjadi perubahan keseimbangan kimiawi dalam darah saat anda berpuasa. Tapi perubahan tidak tampak berbahaya bagi anda atau bayi anda.
  • Ada beberapa kekhawatiran bahwa puasa dapat mempengaruhi seberapa baik bayi tumbuh dalam rahim, atau puasa mungkin berhubungan dengan persalinan prematur. Beberapa studi menunjukkan bahwa lebih banyak bayi yang lahir lebih awal jika ibu mereka berpuasa pada bulan Ramadhan, meskipun Anda tinggal di negara mana juga diperhitungkan. Mengapa? Karena ada negara yang sedang mengalami musim dingin, sehingga suhu rendah, dan waktu puasa juga lebih pendek, sekitar 6 jam. Dan ada negara yang sedang mengalami musim panas, dimana suhu tinggi, dan waktu puasa sangat panjang, bisa hampir 20 jam. Tentunya perbedaan ini tidak bermakna di negara-negara tropis.

 

Setelah anda mengetahui penelitian-penelitian di atas, tentu menjadi lebih yakin, kan? Selanjutnya, ada beberapa prinsip yang harus dipegang, bila anda ibu hamil dan ibu menyusui yang berpuasa:

1.       Kebutuhan makanan ibu hamil adalah 20% lebih banyak dari ibu yang tidak hamil. Untuk ibu menyusui kebutuhan ini bertambah menjadi 30%. Bagaimana kebutuhan ibu hamil yang menyusui sekaligus, tentunya akan lebih banyak lagi, kira-kira 40% dari kebutuhan ketika tidak hamil dan tidak menyusui.

2.       Jika berat badan anda dan gaya hidup anda umumnya sehat, anda punya kesempatan lebih besar untuk dapat melewati puasa dengan baik. Perhatikan apabila anda memiliki, beberapa catatan kesehatan, seperti mual muntah dalam kehamilan yang mengakibatkan berat badan turun, penyakit diabetes, sakit maag, harus mengkonsumsi obat-obatan tertentu di siang hari, dan catatan kesehatan yang lain. Sebaiknya komunikasikan dengan dokter atau bidan anda, sebelum anda berpuasa.

3.       Pastikan kebutuhan cairan dan nutrisi terpenuhi dengan baik. Kebutuhan cairan menjadi lebih utama, karena dehidrasi yang terjadi pada ibu, akan juga berefek ke bayi. Jika didalam kandungan, ibu yang dehidrasi, bayi akan mengalami dehidrasi juga. Begitu juga saat ibu menyusui, dehidrasi bisa menyebabkan produksi ASI berkurang, bahkan terhenti. Disarankan untuk minum 1,5 s/d 2 liter air, dalam kurun waktu setelah berbuka, sampai dengan sebelum fajar. Minum susu, jus pada saat sahur, juga disarankan, namun hindari kafein dari kopi, teh ataupun coklat. Pada saat sahur, usahakan makan makanan yang bisa bertahan lama didalam tubuh, yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti nasi, roti, biji-bijian dan makanan tinggi serat, seperti kacang-kacangan, sayuran dan buah-buahan kering, akan membantu untuk mencegah sembelit. Dan jangan lupa mengkonsumsi daging, telur, yang akan membantu pertumbuhan bayi anda.  Hindari konsumsi banyak makanan manis yang akan meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Gula darah anda kemudian bisa turun dengan cepat juga, yang mungkin dapat membuat anda merasa lemas dan pusing. Saat berbuka, anda bisa memulai dengan makanan kecil yang manis dengan porsi kecil, minum air putih atau air yang mengandung elektrolit tubuh, setelah itu beristirahat sejenak, dan bisa memulai makan besar, setengah sampai satu jam setelahnya.

4.       Cukupi aktivitas fisik anda selama berpuasa, perbanyak istirahat, ukur kemampuan diri sendiri. Apabila saat anda berpuasa mengalami gejala pusing, haus yang berlebihan, lemas, urin berwarna gelap dan berbau tajam. Atau bila anda menyusui, produksi ASI sangat minim. Ini adalah tanda dehidrasi, dan dapat membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih (ISK) atau komplikasi lain.  Atau bila anda mengalami mual, muntah, ataupun demam dan anda merasakan kontraksi di perut anda. Bila timbul gejala-gejala yang tidak mengenakkan yang disebutkan tadi, segeralah berbuka. Bila perlu, konsultasikan dengan dokter / bidan anda.

5.       Dan yang terakhir, tetap tenang dan hindari stres. Perubahan dalam rutinitas Anda, kekurangan makanan dan air, dan makan dan minum pada waktu yang berbeda, dapat menyebabkan stres.  Dan jangan lupa selalu berdoa supaya puasa dan proses kehamilan dan menyusui berjalan lancar!

, ,

About dr. M Nurhadi Rahman SpOG

View all posts by dr. M Nurhadi Rahman SpOG →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *