Si Tahu dan Tempe yang terlupakan

Saat ini orang sibuk mencari sumber protein terbaik, mencari makanan sehat yang enak dan mengandung mutu gizi yang baik. Mereka juga banya mencari tambahan antioksidan dan manfaat sehat dari berbagai suplemen yang ada. Tapi diantara Kepanikan dan euforia produk yang menjanjikan makanan sehat tersebut, orang banyak melupakan khasiat tahu dan tempe.

Tapi, tahukah kamu? Tahu dan tempe itu adalah sumber protein nabati berbahan dasar kedelai yang kaya serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Ayo, kita kenali lebih akrab si tahu dan tempe ini!

tahutempe

Tahu, atau yang sering disebut dengan doufu, berasal dari negeri tirai bambu, Cina. Nama doufu dalam bahasa Cina berarti kedelai terfermentasi. Para perantau dari negeri Cina telah berjasa mempopulerkan tahu ke seluruh dunia. Saat ini ada beberapa jenis tahu seperti tahu sutera, tahu padat, tahu fermentasi, tahu yang berasa, tahu kering dan tahu beku  yang berbeda jenis tergantung dari cara pembuatannya. Di Indonesia, tahu divariasi menjadi berbagai macam makanan seperti tahu goreng, kembang tahu, tahu takua, tahu bacem, batagor, perkedel tahu, tahu isi dan kerupuk tahu.

Tahu dibuat dengan cara mengentalkan susu kedelai yang kemudian ditekan dengan kayu sampai menjadi yogurt fermentasi. Proses mengentalkan susu dilakukan dengan menambahkan beberapa zat yaitu garam, asam dan beberapa enzim seperti papain.

Kandungan gizi tahu secara umum tinggi akan protein. Tahu mengandung sekitar 5.3% sampai 10.7% dan kandungan lemak 2% sampai 5%, tergantung dari jenis tahu tersebut.

 

tempeh2

Sedangkan, Tempe adalah produk makanan yang asli Indonesia, terutama populer di tanah Jawa khususnya Yogyakarta dan Solo. Tempe dibuat melalui proses fermentasi yang menyatukan biji-biji kedelai sampai berbentuk seperti kue dengan dibantu beberapa jenis jamur dari keluarga Rhizopus oligosporus. Setelah 24-36 jam, ratusan biji kedelai akan disatukan oleh miselium (bagian vegetatif dari jamur) dan terbentuklah tempe.

Tempe lebih unggul dibanding kedelai karena setelah menjadi tempe, biji kedelai akan mengalami peningkatan nilai cerna, nilai efisiensi protein serta skor proteinnya. Selain itu, tempe juga mengandung asam lemak tak jenuh, vitamin B kompleks, dan zat mineral seperti besi, tembaga dan seng. Hal ini membuat tempe lebih mudah dicerna dan dimanfaatkan tubuh dibanding kedelai. Satu potong tempe ( 50 gram ) sudah cukup untuk meningkatkan nilai gizi 200 gram nasi.

Beberapa penelitian menyampaikan bahwa konsumsi makanan yang berasal dari kedelai, dengan kandungan utama isoflavone sebanyak ½ gelas tofu atau 1 gelas susu kedelai/hari, dapat menurunkan tingkat kolesterol dan risiko penyakit jantung serta menurunkan risiko terjadinya kanker payudara, rahim dan prostat. Penelitian terbatas di Amerika menunjukkan bahwa penggunaan produk olahan kedelai ini meningkatkan tingkat nutrisi di Amerika.

Jadi, apakah Anda masih menganggap tahu dan tempe makanan orang rendahan? Selamat menikmati! 🙂

 

Referensi :

  1. Tucker K et all. 2010. Simulation with Soy Replacement Showed That Increased Soy Intake Could Contribute to Improved Nutrient Intake Profiles in The U.S Population. The Journal of Nutrition. diakses dari jn.nutrition.org
  2. Messina M. 1995. Modern Applications for an Ancient Bean : Soybeans and the Prevention and Treatment of Chronicc Disease. The Journal of Nutrition. Diakses dari jn.nutrition.org
, ,

About dr. Gabrielle Juliana Hartono

GP @ Siloam Hospitals Surabaya
View all posts by dr. Gabrielle Juliana Hartono →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *