Vegetarian dapat menegah Penyakit Degeneratif , benarkah?

“Nothing will benefit human health and increase chances for survival of life on Earth as much as the evolution to a vegetarian diet” – Albert Einstein

 Hands  cooking vegetables salad

Dewasa ini, Indonesia dihadapkan pada masalah beban ganda di bidang kesehatan, selain masalah penyakit infeksi yang belum tuntas ditangani, muncul masalah baru berupa penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, stroke, hipertensi,kanker, diabetes melitus, obesitas, osteoporosis yang memerlukan biaya kesehatan yang lebih mahal.

Penyakit kardiovaskular masih merupakan penyebab kematian nomor  1 sejak tahun 1995  yaitu angka kematian sebesar 18,9% dan 26% pada tahun 2001, terutama terjadi di kota-kota besar. Telah terjadi peningkatan jumlah penderita yang berusia muda (<45 tahun) dari 7% pada 1985 meningkat menjadi 17% pada 1989.

Para ilmuwan telah mengamati bahwa orang-orang yang mengonsumsi diet vegetarian yang direncanakan dengan baik (well-planned vegetarian) selalu mampu menurunkan laju kematian akibat penyakit-penyakit degeneratif tersebut di atas dan bahkan dapat hidup lebih panjang umur.

Jadi, apakah kita seharusnya mempertimbangkan menjadi vegetarian? Apakah vegetarian dapat mencegah dan menanggulangi penyakit-penyakit degeneratif? Atau sebaliknya, menjadi vegetarian akan kekurangan gizi dan menyebabkan osteoporosis, serta kekurangan protein yang akan menghambat pertumbuhan terutama pada anak-anak?

 

Manfaat memilih untuk menjadi seorang vegetarian

Diet Vegetarian dapat mencegah penyakit degeneratif

healthy-salad

American Dietetic Association (ADA) dan Dietitians of Canada pada tahun 1999 dan 2003 menyatakan bahwa diet vegetarian yang direncanakan dengan tepat adalah sehat, dan akan memberikan keuntungan bagi kesehatan untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit tertentu termasuk penyakit degeneratif.

 American Medical Association (AMA) menyatakan bahwa 90-97% penyakit jantung dapat dihindari dengan diet vegetarian. Profesor T. Colin Campbell dari Cornell University menyatakan, 80-90% penyakit degeneratif seperti jantung, kanker, stroke, hipertensi, diabetes melitus dapat dicegah dengan diet nabati (vegetarian). Diet vegetarian juga dapat mengurangi gejala-gejala penyakit seperti arthritis, hiperkolesterolemia dan mengatasi obesitas (Rui, 2003; Lampe, 2003) dan memperpanjang umur harapan hidup (Singh et al, 2003).

Menjadi Vegetarian mempunyai resiko 4 kali lebih rendah menderita diabetes 

Non vegetarian mempunyai risiko 4 kali lebih tinggi untuk menderita diabetes melitus tipe-2 daripada vegetarian. Terdapat 50-75% penderita diabetes melitus tipe-2 yang dapat melepaskan ketergantungan insulin setelah diberikan diet vegetarian yang rendah lemak selama kurang dari 4 minggu dan 85-95% yang tidak perlu mengonsumsi pil lagi (Loma Linda University ).

Vegetarian for all : diet yang cocok disemua usia dan kalangan

beans-rice

Diet vegetarian cocok untuk semua kelompok umur mulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa, ibu hamil, ibu menyusui dan lansia. The Physician Committee for Responsible Medicine (PCRM) di Washington DC Amerika Serikat pada tahun 1991 memperkenalkan the new four food group (kelompok empat sehat baru) untuk merevisi the basic four food group (kelompok empat sehat lama) yang telah diperkenalkan sejak tahun 1956. Kelompok empat sehat baru ini terdiri dari:

  • bijibijian ≥ 5 porsi,
  • kacang-kacangan ≥ 2 porsi,
  • sayuran ≥ 4 porsi
  • buah-buahan ≥ 3 porsi.

Jika menjadi vegetarian, jadi darimana sumber protein yg utamanya didapatkan dari sumber Hewani?

Memang, Daging dipercaya memberikan protein bermutu tinggi, namun kedelai mengandung protein (34%) jauh lebih tinggi dan mutunya setara dengan daging yang hanya mengandung 9-25% protein. Daging selain memberikan protein, zat besi, seng dan vitamin B12, namun juga mengandung kolesterol dan lemak jenuh. Para vegetarian dapat mencari pengganti yang sesuai untuk daging, sedangkan pemakan daging tidak mempunyai substitusi yang cukup (termasuk pil suplemen antioksidan) untuk menggantikan sayur dan buah (ADA, 2003).

Kata kuncinya adalah variasi makanan, sebagai contoh untuk memenuhi kebutuhan asam amino esensial dari makanan nabati (vegetarian) adalah dengan kombinasi beras atau jagung dengan kedelai dan produk olahannya. Sayur dan buah mengandung banyak vitamin, mineral, antioksidan dan serat yang dapat mencegah kanker, jantung dan penyakit degeneratif lainnya.

Negara-negara yang memproduksi beras, kedelai, atau sayuran berwarna merah dan kuning, memiliki rasio pasien yang meninggal akibat kanker prostat lebih rendah. Tidaklah mengejutkan kalau para vegetarian memiliki rata-rata pengidap kanker prostat yang rendah (Campbell, 2006). Komponen pola makan lain yang berkaitan dengan banyaknya konsumsi makanan berserat, seperti folat yang banyak terdapat pada sayuran, juga telah menunjukkan efek perlindungan bagi tubuh.

Referensi

  1. Susianto.The Miracle of Vegan.2010. Jakarta : Qanit
  2. Campbell TC, Campbell TM.The China Study. Texas: Benvella Book
  3. ADA report. Position of the American Dietetic Association and Dietitians of Canada: Vegetarian diets. 2003 June. Volume 103 (6), 748-765.
  4. Physician Committee for Responsible Medicine. available at: www.pcrm.org
  5. International Vegetarian Union. Available at www.ivu.org

 

 

, ,

About dr. Satya Darmawan Deng

View all posts by dr. Satya Darmawan Deng →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *