Buah Segar Pengganti Tajil

Bulan ini merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim di dunia. Selama satu bulan penuh, umat muslim diwajibkan untuk menahan hawa nafsu, dimana  salah satunya adalah menahan lapar dan dahaga atau yg disebut dengan berpuasa. Puasa dilakukan dengan menunda makan dan minum setelah matahari terbit (Subuh) hingga matahari terbenam (Maghrib), yang biasanya berlangsung dengan kisaran waktu 12 jam/hari selama 28-30 hari. Selama bulan puasa ini, biasanya konsumsi makanan tidak jauh berbeda dari bulan-bulan pada umumnya. Namun, beberapa studi menyatakan bahwa selama Ramadan, variasi jenis makanan yang dikonsumsi oleh seseorang lebih banyak dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Satu hal yang populer selama Ramadan adalah makanan pembuka untuk berbuka puasa atau yang dikenal dengan sebutan ta’jil. Sebagian besar masyarakat pada umumnya beranggapan bahwa makanan dan minuman segar dan manis sangatlah cocok untuk ta’jil. Bahkan kita dapat dengan mudah menemukan kolak, bubur sumsum, es cendol, dan berbagai macam minuman segar lain di pasaran selama bulan puasa ini. Sesungguhnya, ta’jil berasal dari bahasa Arab yang berarti “menyegarkan” atau “bergegas berbuka puasa bila waktunya sudah tiba”, yaitu saat matahari terbenam atau saat azan maghrib berkumandang.

Untuk tetap dapat beraktivitas normal, kita memerlukan sumber glukosa, nutrisi dan lemak yang cukup. Jadi, selama berpuasa, tubuh akan menyesuaikan diri demi memenuhi kebutuhan agar dapat berfungsi dengan normal. Ketika energi yang diperoleh dari makanan berkurang, tubuh akan memecah sumber glukosa dalam hati, bahkan asam laktat dan asam amino dari otot untuk membentuk glukosa dan menghasilkan energi baru. Oleh karena itu, ketika menjalankan ibadah puasa, sebaiknya kita menghindari makanan yang bersifat cepat dicerna dan meningkatkan konsumsi makanan yang bersifat lambat dicerna, serta memperbanyak konsumsi makanan yang tinggi serat seperti sayuran dan buah-buahan. Buah segar pengganti tajil bisa jadi pilihan menu sehat saat berbuka puasa

Makanan yg bersifat cepat dicerna adalah makanan yang mengandung gula atau karbohidrat olahan, seperti makanan yang mengandung gula dan white flour . Sedangkan makanan yang bersifat lambat dicerna adalah  golongan karbohidrat kompleks, seperti makanan yang berasal dari padi-padian, gandum, oat, kacang-kacangan dan whole meal flour.  Oleh karena itu, konsumsi makanan olahan yang bercita rasa manis, sebenarnya kurang tepat untuk berbuka puasa. Makanan manis tetap dapat dikonsumsi, tetapi pilihlah yang memiliki rasa manis secara alami atau  dengan jenis makanan lain yang mengandung karbohidrat kompleks dan serat, seperti roti gandum, buah segar dan oat . Minuman dingin yang manis memang akan menyegarkan tubuh dalam sesaat, namun kurang baik untuk menyimpan energi yang diperlukan selama 24 jam ke depan. Hal ini akan membuat kita menjadi cepat lapar dan berujung pada kecenderungan untuk mengkonsumsi gula dan karbohidrat yang lain, yang pada akhirnya akan berakibat pada meningkatnya risiko kejadian hipoglikemia (rendahnya kadar gula dalam darah) karena tingginya produksi insulin dalam tubuh. Sebaliknya, jika kita mengkonsumsi karbohidrat kompleks dan makanan berserat, kita tidak cepat lapar dan otomatis menstabilkan konsumsi gula sehari-hari.

Beberapa contoh buah pengganti ta’jil :

–          Kurma yang mengandung sumber gula yang baik, serat, karbohidrat, potasium dan magnesium. Kekurangan asupan kalsium, magnesium atau potasium dapat menyebabkan kram otot.

–          Almond yang kaya protein, serat dan rendah lemak.

–          Pisang sebagai sumber potasium, magnesium dan karbohidrat yang baik.

–          Jus buah jenis apapun dan sebanyak apapun, baik untuk menjaga tingkat kebutuhan cairan dalam tubuh yang berkurang selama berpuasa.

Jadi, menyegarkan diri dan bergegas berbuka puasa bila waktunya sudah tiba dapat menjadi lebih sehat dengan pilihan makanan manis yang tepat.

Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan Anda

 

Referensi :

The impact of religious fasting on human health. www.nutritionj.com/content/9/1/57

Ramadan diet and health guidelines. www.yobserver.com/sports-health-and-lifestyle/printer-10014939.html

Terpelesetnya makna tajil. www.suaramerdeka.com/v1/index.php/ramadan/ramadan_detail/2012/07/23/54393/terpelesetnya-makna-tajil

Fasting : The history, Pathophysiology and Complications. www.ncbi.nlm.nih.gov/pnc/articles/PMC1274154/pdf/westjmed00207-0055.pdf

The Physiology of fasting and foods. www.foodsupport.org/documents/ThePhysiologyoffastingandfoods.pdf

, , , ,

About dr. Gabrielle Juliana Hartono

GP @ Siloam Hospitals Surabaya
View all posts by dr. Gabrielle Juliana Hartono →

2 thoughts on “Buah Segar Pengganti Tajil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *