VEGETARIAN BAGI ANAK ANDA, SEHATKAH?

Healthy food

Dewasa ini, pola makan vegetarian makin banyak dianut oleh berbagai kalangan, terlepas dari latar belakang yang mendasarinya. Namun menerapkan pola makan vegetarian pada anak masih dipandang sebagai suatu hal yang ekstrim. Tapi benarkah demikian? Yuk ikuti pembahasan di artikel ini untuk menjawab pertanyaan Sobat!

 

Peningkatan kejadian obesitas pada anak semakin mengkhawatirkan karena menimbulkan dampak kesehatan yang berat baik pada saat anak-anak, maupun di kemudian hari. Pola makan pada anak yang tidak tepat juga dapat menimbulkan hal yang ekstrim seperti obesitas, penyakit jantung pada anak, serta komplikasi lain yang dapat menimbulkan kematian di usia dini.

 

Healthy-Veggie-Kids

Diet vegetarian pada anak memberikan efek perlindungan dari obesitas dan komplikasi yang menyertai. Anak vegetarian memiliki indeks masa tubuh yang lebih rendah dan menurunkan risiko obesitas di kemudian hari. Hal ini disebabkan karena anak vegetarian mengonsumsi lebih banyak serat, cairan, dan karbohidrat kompleks, yang menyebabkan rasa kenyang bertahan lebih lama dan meningkatkan pengeluaran energi istirahat menjadi lebih besar.2

 

Tapi kalau anak saya vegetarian bagaimana dengan gizinya? Bakal kekurangan gizi dong! Apalagi zat gizi yang bermutu itu banyak terkandung dalam sumber hewani! Nah, pendapat-pendapat kekhawatiran bahwa anak yang menjalani diet vegetarian akan mengalami kekurangan gizi adalah salah!

 

Anak dengan pola makan vegetarian tidak akan kekurangan zat gizi bila pola makan direncanakan dengan tepat. Jadi, anak dengan pola makan vegetarian tidak identik dengan gangguan pada tumbuh kembang anak. Hasil studi yang dilakukan di Amerika, Kanada, dan Inggris yang menyatakan bahwa tidak ada gangguan tumbuh kembang pada anak vegetarian dan  pertumbuhannya tidak berbeda bermakna bila dibandingkan dengan anak yang bukan vegetarian.3,4

 

Seperti bayi pada umumnya, anak vegetarian diberikan ASI sebagai nutrisi utamanya, bila ASI tidak dapat diberikan, dapat digantikan dengan susu dengan bahan dasar kedelai. Makanan pendamping ASI yang dapat diberikan bagi anak ini adalah yang kaya protein seperti polong polongan yang dilumatkan, puree kacang-kacangan, yogurt kedelai, atau tahu yang dilumatkan.3

 

Walaupun anak vegetarian memiliki kecenderungan untuk mengalami kekurangan zat besi, zinc, dan vitamin B12, hal ini dapat diatasi dengan pemilihan makanan yang tepat.
Produk kedelai yang difermentasi (tempe, miso), kacang-kacangan, polong dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan kemampuan serap zinc. Selain itu, kombinasi sayuran yang kaya zat besi dengan makanan yang kaya vitamin C seperti air jeruk, buah kiwi, buah jeruk dapat meningkatkan penyerapan zat besi ke dalam tubuh. Tempe yang ada di Indonesia juga kaya dengan kandungan vitamin B12, sehingga tidak perlu khawatir anak akan kekurangan vitamin ini.3,4

 

Menjalani pola makan vegetarian dan menerapkannya pada anak bukan lagi merupakan hal yang ekstrim dan berbahaya. Apalagi, sebuah studi di Inggris menemukan adanya relasi antara IQ seseorang dengan pemilihan pola makan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak yang memiliki IQ tinggi pada usia 10 tahun, cenderung memilih menjadi seorang vegetarian (tidak mengonsumsi bahan makanan dari sumber hewani) pada usia 30 tahun. Hal ini disebabkan oleh karena adanya kemampuan dan kesadaran untuk memilih pola makan yang lebih sehat bagi dirinya.1

chvg

Tips mengatur pola makan vegetarian pada anak:

  • Anak vegetarian diberikan ASI sebagai nutrisi utamanya, bila ASI tidak dapat diberikan, dapat digantikan dengan susu dengan bahan dasar kedelai.
  • Makanan pendamping ASI yang dapat diberikan bagi anak ini adalah yang kaya protein seperti polong polongan yang dilumatkan, puree kacang-kacangan, yogurt kedelai, atau tahu yang dilumatkan
  • Kecenderungan Anak Vegetarian untuk mengalami kekurangan zat besi, zinc, dan vitamin B12 dapat diatasi dengan pemilihan makanan yang tepat seperti :  Produk kedelai yang difermentasi (tempe, miso), kacang-kacangan, polong. Produk makanan tersebut dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan kemampuan serap zinc.
  • Kombinasi sayuran yang kaya zat besi dengan makanan yang kaya vitamin C seperti air jeruk, buah kiwi, buah jeruk dapat meningkatkan penyerapan zat besi ke dalam tubuh anak.
  • Pilihan produk Tempe yang  kaya dengan kandungan vitamin B12, sehingga tidak perlu khawatir anak akan kekurangan vitamin ini.

 

Jadi, jangan takut untuk untuk mengatur pola makan anak dengan diet vegetarian. Asalkan diatur dan dijalani dengan tepat, akan diperoleh manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan diet Barat yang kaya karbohidrat sederhana dan lemak.

, , ,

About dr. Sylvia Irawati

View all posts by dr. Sylvia Irawati →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *