Suplemen untuk Imunitas, Bermanfaatkah?

Seiring pesatnya perkembangan jaman, kita dituntut untuk selalu sehat sehingga tidak kehilangan waktu untuk bekerja karena sakit. Oleh karena itu banyak orang merasa mereka harus mengkonsumsi suatu produk untuk menjaga kesehatan.  Saat ini begitu banyak suplemen yang beredar di masyarakat dengan klaim dapat meningkatkan imunitas tubuh. Namun apakah pernyataan ini terbukti benar masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Yang perlu diperhatikan adalah faktor keamanan dan efektivitas dari suatu produk suplemen.

Suplemen dapat berupa vitamin, mineral, bahan-bahan herbal, atau gabungan ketiganya yang secara historis telah digunakan turun-temurun. Berikut ini adalah  beberapa zat yang diklaim sebagai suplemen untuk imunitas  :

  • Vitamin A : kekurangan vitamin A akan berefek pada imunitas seseorang, namun vitamin A yang berlebih tidak meningkatkan imunitas bahkan memberikan efek toksik/ racun kepada konsumen. Konsumsi multivitamin yang mengandung vitamin A harus sesuai dengan dosis yang disarankan, yaitu sesuai Recommended Daily Allowance (RDA) sebanyak 3-6 miligram/hari .
  • Vitamin B6 : beberapa penelitian menyatakan vitamin ini berperan dalam meningkatkan komponen yang akan digunakan untuk meningkatkan sistem imun manusia dan menurunkan risiko kejadian kanker, namun efeknya secara individual belum ditemukan. Dosis yang direkomendasikan (RDA) adalah 1.7 miligram/hari.
  • Vitamin C : Penelitian yang selama ini dilakukan belum menemukan peran pasti dari vitamin ini terhadap imunitas, namun beberapa menyatakan vitamin ini lebih baik digunakan dalam bentuk gabungan bersama dengan zat gizi mikro yang lain. RDA vitamin C hanya 90 miligram untuk laki-laki dan 75 miligram untuk perempuan. Vitamin C aman untuk dikonsumsi namun efektivitasnya  untuk mencegah terjadinya penyakit masih dipertanyakan.
  • Vitamin D : Vitamin ini sudah sejak lama diketahui berperan dalam melawan kuman penyebab penyakit TBC, namun perannya dalam meningkatkan imunitas melawan infeksi yang lain belum diketahui pasti. Dosis yang direkomendasikan (RDA) adalah 600 IU.
  • Vitamin E : beberapa penelitian menyatakan konsumsi vitamin ini sesuai dengan RDA (15 miligram atau setara 33 IU/hari) meningkatkan pembentukan antibodi terhadap beberapa infeksi namun penggunaan yang berlebih (>400 IU/hr) dapat meningkatkan angka kematian pada seluruh jenis penyakit.
  • Zinc : zat ini adalah suatu elemen mikro yang penting dalam meningkatkan kemampuan komponen sistem imun. Namun penggunaan yang berlebihan malah dapat menghambat sistem imun. Jumlah yang direkomendasikan adalah  11 miligram untuk laki-laki dan 8 miligram untuk perempuan.
  • Selenium : Kadar selenium yang rendah berkaitan dengan angka kejadian kanker. RDA Selenium adalah 55 mikrogram/hari. Selenium berperan penting sebagai salah satu komponen dari sistem antioksidan dalam tubuh.
  • Echinacea : Bahan ini dikenal sebagai salah satu peningkat sistem imun yang sebaiknya tidak digunakan untuk waktu panjang. Penelitian yang ada sampai saat ini menyatakan bahan ini berefek dalam mengurangi keparahan penyakit flu dan memperpendek lama rawat, namun kebanyakan dari penelitian ini tidak menggunakan metode penelitian yang baik, sehingga beberapa penelitian skala besar yang dilakukan menemukan bahwa bahan ini tidak berefek apapun untuk imunitas tubuh manusia.
  • Bawang putih : Penelitian secara laboratorium menunjukan bahan ini efektif melawan bakteri, virus dan jamur, namun apakah dapat digunakan sebagai peningkat sistem imun pada manusia masih dipertanyakan.
  • Probiotik : bahan yang merupakan bakteri baik ini membantu memperbaiki lingkungan pencernaan sehingga meningkatkan respon imun, namun cara kerja pastinya masih diteliti lebih lanjut.

Sistem imun manusia adalah suatu hal yang kompleks yang sampai saat ini pun para peneliti masih melakukan serangkaian penelitian untuk memahaminya. Setiap orang memiliki respon imun yang berbeda-beda dibanding dengan yang lain, tergantung dari faktor genetik, pola hidup, dan terutama diet yang dijalani. Semua  hal ini harus berjalan harmonis sehingga tubuh kita dapat menampilkan kualitas imunitas terbaiknya dalam menghadapi serangan penyakit yang mengancam kita setiap hari.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa suplemen adalah suatu bahan tambahan yang digunakan untuk melengkapi bahan-bahan makanan lain yang telah dikonsumsi seseorang. Bila kita dapat memenuhi kebutuhan akan vitamin, mineral serta bahan herbal tersebut dari makanan kita, kita tidak membutuhkan suplemen yang lain. Pada keadaan asupan makanan yang tidak mencukupi maupun mereka yang berisiko untuk kekurangan zat gizi, seperti saat hamil, pada penyakit, dan kelainan metabolisme bawaan, suplementasi mungkin diperlukan. Pemilihan supelemn sebagai bahan tambahan makanan sebaiknya secara bijak, seusai dengan kebutuhan dan rekomendasi harian yang telah ditentukan.

 

Referensi :

www.health.harvard.edu

www.webmd.com

www.uptodate.com

www.wikipedia.com

, , ,

About dr. Gabrielle Juliana Hartono

GP @ Siloam Hospitals Surabaya
View all posts by dr. Gabrielle Juliana Hartono →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *