Menopause, Siapa Takut?

Menopause sering menjadi kekhawatiran para wanita. Berbagai ketakutan sudah membayangi seorang wanita usia setengah baya yang akan memasuki masa ini. Kecemasan akan perubahan kecantikan, bentuk tubuh, dan kebugaran membuat banyak wanita menjadikan menopause sebagai saat yang menakutkan.

Menopause merupakan hal normal yang harus dihadapi setiap wanita, seiring bertambahnya umur, wanita akan memasuki fase menopause pada usia rata-rata 52 tahun. Menopause adalah berhentinya silklus haid yang disebabkan oleh menurunnya aktifitas indung telur yang menyebabkan penurunan kadar hormon estrogen di dalam tubuh. Secara alami menopause ditandai dengan hilangnya siklus haid selama 12 bulan berturut-turut tanpa penyebab patologis.

Tidak semua wanita mengalami gangguan pada saat masa menopause. Namun pada sebagian besar wanita menopause dapat menimbulkan gejala-gejala jangka pendak dan panjang yang mengganggu kualitas hidup seorang wanita. Gejala ini dapat berupa hot flush (serangan panas) dan berkeringat berlebihan, disfungsi seksual berupa penurunan gairah dan rasa nyeri sat berhubungan intim, serta dapat timbul perubaha psikologis seperti  depresi, cemas berlebih, mood swing dan merasa lelah berlebihan.

Perubahan hormon yang terjadi saat menopause dapat diatasi dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan memiliki pola hidup dan pola makan yang tepat. Salah satu makanan yang mampu meningkatkan keseimbangan hormon adalah makanan yang kaya akan fitoestrogen, seperti kacang kedelai dan talas. Fitoestrogen mampu memberikan efek menyerupai hormon estrogen, terutama pada kelenjar payudara, indung telur, lapisan dalam kandungan, dan pada sel tulang.

Fitoestrogen yang dianggap terbaik saat ini adalah isoflavon kedelai. Isoflavon kedelai mempunyai tiga jenis kandungan isoflavon yaitu genistein, daidzein, dan glisitein. Isoflavon kedelai sebagai salah satu sumber fitoestrogen diduga dapat berperan mengurangi keluhan saat menopause.  Hasil penelitian DR. dr. Pusparini, SpPK membuktikan bahwa konsumsi suplementasi isoflavon kedelai 100mg/hari selama 6 hingga 12 bulan dapat berpengaruh mengurangi keluhan kardiovaskular pada perempuan pascamenopause. Hot flush juga lebih jarang terjadi pada wanita Asia yang mengkonsumsi makanan sehari hari yang mengandung Isoflavon sebesar 40-80 mg (dibandingkan dengan pola makan wanita Amerika yang hanya mengkonsumsi <3 mg dalam diet sehari hari mereka). Walaupun demikian, kemampuan masing masing individu untuk memetabolisme kedelai berbeda beda, sehingga terdapat variasi respon terhadap konsumsi kedelai.

Dosis isoflavon yang disarankan adalah adalah sebesar 80-100 mg per hari selama minimal 6 bulan, yang dapat diperoleh dari 200 gram tempe (100 gram tempe mengandung 43,52 mg isoflavon). Selain dosis, sumber isoflavon lain juga harus diperhatikan. Para ahli menyarankan untuk mengkonsumsi isoflavon dalam bentuk bahan makanan sumber daripada sediaan suplemen untuk mencegah kelebihan dosis dan karena belum diketahuinya efek samping penggunaan suplemen isoflavon dalam jangka panjang.

Referensi:

AACE Menopause Guidelines Revision Task Force. American Association of Clinical Endocrinologists Medical Guidelines for Clinical Practice for the Diagnosis and Treatment of Menopause. 2006; 315-337.

Nagata C, Shimizu H, Takami R, Hayashi M, Takeda N, Yasuda K. Hot flushes and other menopausal symptoms in relation to soy product intake in Japanese women. Climacteric. 1999;2:6-12.

Setchell KD, Brown NM, Lydeking-Olsen E. The clinical importance of the metabolite equol—a clue to the effectiveness of soy and its isoflavones. J Nutr. 2002;132: 3577-3584.

Rowland IR, Wiseman H, Sanders TA, Adlercreutz H, Bowey EA. Interindividual variation in metabolism of soy isoflavones and lignans: influence of habitual diet on equol production by the gut microflora. Nutr Cancer. 2000;36:27-32.

Bodinet C, Freudenstein J. Influence of marketed herbal menopause preparations on MCF-7 cell proliferation. Menopause. 2004;11:281-289.

Pusparini. Pengaruh Suplementasi Isoflavon Kedelai Terhadap Penanda Fungsi Endotel Pada Perempuan Pascamenopause. 2011

USDA-Iowa State University Database on the Isoflavone, Rel. 1.3 – 2002

, , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *