Memilih Minyak Goreng Yang Tepat

Di pasaran beredar bermacam-macam minyak yang dapat digunakan untuk memasak, namun ada 2 macam minyak yang saat ini banyak digunakan di Indonesia yaitu minyak kelapa dan minyak zaitun yang saat ini sudah mulai banyak digunakan. Banyak masyarakat yang mengatakan bahwa minyak zaitun lebih baik daripada minyak dari kelapa sawit namun sejatinya  masing-masing memiliki kelebihannya sendiri bila digunakan pada metode memasak tertentu. Berikut adalah penjelasan mengenai kedua macam minyak diatas sehingga dapat membantu kita memilih minyak goreng yang tepat.

Minyak pada dasarnya terdiri dari 3 macam rantai asam lemak yaitu Saturated Fatty Acid (SFA), Trans fat serta Unsaturated Fat yang terdiri dari Monosaturated Fatty Acid (MUFA), dan Polyunsaturated Fatty Acid (PUFA).

SFA dikenal dengan lemak padat yang banyak terkandung dalam lemak hewani, banyak ditemukan pada minyak tropik seperti minyak kelapa dan butter. Lemak jenis ini dapat meningkatkan tingkat kolesterol anda.

Trans fat adalah lemak yang telah melalui proses hidrogenasi.  Lemak ini terdapat pada makanan yang diproses, makanan ringan, beberapa margarin dan  dressing salad. Lemak golongan ini juga bisa menaikkan kadar kolesterol.

MUFA terdapat pada minyak yang terbuat dari sayur seperti minyak zaitun, minyak canola dan minyak kacang. MUFA membantu menurunkan kadar LDL dan menjaga kadar HDL dalam darah tetap tinggi sehingga menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Yang terakhir adalah PUFA yaitu asam lemak yang terkandung dalam minyak yang terbuat dari sayuran seperti minyak jagung, minyak kedelai, minyak wijen dan minyak bunga matahari.

Setiap bahan minyak goreng memiliki komposisi SFA, MUFA dan PUFA sendiri-sendiri sehingga kita dapat memperhitungkan kebutuhan dan pemakaian kita. Selain berdasarkan jenis asam lemak, dalam memilih minyak kita juga perlu mengetahui titik pemanasan minyak tersebut, karena minyak yang mengandung MUFA dan PUFA yang tinggi bila dipanaskan melebihi titik didihnya akan rusak rantai asam lemaknya sehingga memberikan efek yang lebih buruk. Berikut adalah kandungan SFA, MUFA dan PUFA dari minyak kelapa dan minyak zaitun serta titik pemanasan dan kegunaannya.

Tipe Minyak

Saturated

(SFA)

Monosaturated (MUFA)

Polyunsaturated (PUFA)

Titik Pemanasan

Kegunaan

Minyak Kelapa

52%

38%

10%

230°C

Memasak, menambah rasa, untuk minyak sayur, membuat kue

Minyak Zaitun (extra virgin)

14%

73%

11%

190

Memasak, dressing salad, sebagai margarin

Minyak Zaitun

(virgin)

14%

73%

11%

215

Memasak, dressing salad, margarin

Minyak Zaitun

(Refined)

14%

73%

11%

225

Tumis,  menggoreng, memasak, dressing salad, margarin

Minyak Zaitun

(extra light)

14%

73%

11%

242

Tumis, menggoreng, menggoreng dengan banyak minyak, dressing salad, margarin

Setelah mengetahui kandungan dari kedua minyak diatas, maka kita dapat memilih minyak mana yang akan kita gunakan untuk memasak, tentunya disesuaikan dengan kegunaannya. Selamat memasak!

Referensi :

http://www.m.webmd.com/food-recipes/tc/types-of-fats-topic-overview

www.uptodate.com

www.wikipedia.com

 

, , ,

About dr. Gabrielle Juliana Hartono

GP @ Siloam Hospitals Surabaya
View all posts by dr. Gabrielle Juliana Hartono →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *