Ketahui Mitos vs Fakta Pantangan bagi Ibu Hamil

Kehamilan adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan suami-istri, termasuk orang tua dari keduanya yang tak sabar untuk menimang cucu. Tak heran, banyak wejangan yang diberikan kepada calon orang tua baru ini mengenai kehamilan tersebut agar sang ibu dan jabang bayi tetap sehat dan memiliki kondisi prima.

Namun, sebenarnya banyak dari wejangan tersebut yang hanya bersifat mitos dan tidak berdasarkan fakta ilmiah. Wejangan manakah yang hanya merupakan mitos belaka? Mari kita ketahui mitos vs fakta pantangan bagi ibu hamil.

1.       MITOS : Jangan makan nanas, nanti keguguran.

Keguguran atau abortus adalah lepasnya fetus atau embrio dari dinding rahim yang dipengaruhi oleh kesehatan ibu dan janin itu sendiri, seperti infeksi misalnya. Hal-hal lain yang dapat menyebabkan keguguran adalah faktor genetik seperti kelainan kromosom, kelainan bentuk rahim seperti adanya tumor (mioma) atau kanker pada rahim, pintu rahim yang membuka sebelum waktunya, sel telur yang tidak baik, serta gaya hidup yang tidak sehat.

Buah nanas sendiri  mengandung zat bromelain yang bekerja mempengaruhi sintesis prostaglandin, yaitu suatu hormon yang berperan dalam  proses anti-radang, memperlambat terjadinya pembekuan darah dan menghambat pertumbuhan sel tumor. Melihat dari kegunaanya, nanas memiliki efek membantu meredakan infeksi dan memperlambat pertumbuhan tumor yang otomatis akan mengurangi risiko keguguran. Jadi, faktanya nanas tidak dapat menyebabkan keguguran. Hanya saja, bila ibu hamil mengkonsumsi terlalu banyak nanas,  dikhawatirkan dapat menyebabkan mual.

2.       MITOS : Makan makanan asam supaya mualnya hilang.

Kondisi mual yang dialami oleh ibu hamil dalam 20 minggu pertama kehamilan atau yang secara medis disebut Hiperemesis Gravidarum merupakan salah satu komplikasi dari kehamilan yang dialami oleh 0.5-2% populasi. Penyebab rasa mual tersebut sampai saat ini masih kontroversial, namun beberapa dihubungkan dengan peningkatan hormon beta HCG dalam tubuh. Bila ibu hamil terus mengalami mual dan berujung muntah, maka mereka akan dihantui risiko dehidrasi. Kondisi akan membaik setelah melewati trimester pertama karena hormon beta HCG akan menurun jumlahnya.

Faktanya, makanan asam sendiri merupakan salah satu jenis makanan yang iritatif terhadap lambung, yang jika dikonsumsi berlebihan akan meningkatkan tingkat keasaman dalam lambung dan memperparah kondisi.

3.       MITOS : Minum susu kedelai atau air kelapa hijau agar kulit bayi putih dan bersih.

Faktanya, warna kulit bayi dipengaruhi sepenuhnya oleh faktor genetik. Tidak ada satu pun bahan yang dapat membuat kulit bayi menjadi putih saat jabang bayi masih berada dalam kandungan. Bayi yang baru lahir memang tampak lebih gelap karena masih banyak lanugo (rambut halus) bayi yang menempel pada tubuh bayi. Rambut-rambut halus tersebut akan lenyap dalam 2 bulan, sehingga warna kulit bayi akan tampak lebih terang.

4.       MITOS : Makan kacang hijau supaya bayi berambut lebat.

Faktanya, ketebalan rambut bayi dipengaruhi oleh faktor genetik, faktor hormonal ibu dan faktor kecepatan tumbuhnya rambut. Selama dalam kandungan, rambut bayi akan tumbuh menutupi seluruh tubuhnya hingga usia kehamilan mencapai 36-40 minggu dimana rambut bayi (lanugo) akan rontok. Jadi, konsumsi kacang hijau selama kehamilan tidak berhubungan dengan lebat atau tidaknya rambut bayi saat lahir.

5.       MITOS : Jangan makan ikan, nanti bayi berbau amis.

Ikan merupakan sumber asam lemak omega-3 dan zat besi yang baik, yang dapat membantu dalam perkembangan retina, otak dan sistem saraf pusat, dan tidak berhubungan dengan bau badan bayi. Namun sayangnya, konsumsi ikan memang harus dibatasi karena saat ini air laut banyak tercemar oleh merkuri yang bila terpapar dapat menyebabkan kerusakan saraf yang parah dan gangguan perkembangan pada bayi. Beberapa jenis ikan yang mengandung merkuri tinggi adalah hiu, ikan pedang, king mackarel, kakap putih dan tuna berukuran besar. Beberapa sumber menyarankan konsumsi ikan laut tidak lebih dari 2x per minggu (+ 12 ons). Untuk ikan air tawar, beberapa hal yang perlu diwaspadai adalah kontaminasi Polycarbonated biphenyls (PCBs), yaitu racun lingkungan yang juga dapat menyebabkan kerusakan saraf dan gangguan perkembangan bayi. Sayangnya, masih susah untuk mendeteksi kontaminasi racun ini, sehingga disarankan untuk mengkonsumsi ikan air tawar maksimal 1x per minggu (+ 6 ons).

6.       MITOS : Makan dengan porsi ganda karena ada 2 orang dalam 1 raga.

Menurut Recommended Daily Allowance (RDA), kebutuhan kalori ibu hamil meningkat 17% atau setara dengan 126 kJ/hari (300 kcal/hari), menjadi total 10.460 kj/hari (2500 kcal/hari). Tentunya, kualitas makanan juga yang harus diperhatikan, yaitu makanan bergizi dengan porsi yang tepat. Makan dengan porsi besar namun tidak mengandung zat-zat yang baik bagi kesehatan ibu dan perkembangan bayi, tidak akan memberikan hasil yang baik.  Peningkatan berat badan yang berlebih juga tidak baik, karena akan meningkatkan risiko bayi besar dan obesitas pada bayi. Panduan kenaikan berat badan yang disarankan adalah sebagai berikut :

IMT (kg/m2)

Kelompok

Penambahan Berat Badan

< 19.8

Underweight

12.5-18 kg

19.9-26.0

Normal

11.5-16 kg

26.0-29.0

Overweight

7-11.5 kg

> 29

Obesitas

> 6.8 kg

disadur dari www.uptodate.com (Institute of Medicine)

Catatan : angka IMT (indeks massa tubuh) diperoleh dari pembagian berat badan (dalam kg) dengan kuadrat tinggi badan (dalam m2).

7.       MITOS : Jangan makan daging, nanti perut panas.

Faktanya, perut akan terasa panas bila ada asupan makanan yang bersifat iritatif terhadap mukosa lambung seperti sesuatu yang pedas atau asam. Daging yang diolah dengan baik dan tidak diberi bahan-bahan yang bersifat iritatif tentu tidak akan membuat perut terasa panas. Namun, perlu diwaspadai konsumsi daging yang diolah setengah matang, karena dapat mengandung beberapa jenis bakteri seperti Salmonella sp dan Eschericia coli yang dapat menyebabkan diare pada ibu.

8.       MITOS : Jangan minum air es, nanti jadi gemuk.

Faktanya, konsumsi cairan selama kehamilan justru harus ditingkatkan untuk mengurangi  keluhan  sembelit selama kehamilan yang merupakan efek samping penggunaan vitamin yang mengandung zat besi. Oleh karena itu, ibu hamil disarankan untuk minum minimal 8 gelas air per hari. Yang perlu diperhatikan adalah, seringkali konsumsi air es diikuti dengan penggunaan pemanis, seperti pada es sirop, es campur, es buah, soda, dll. Pemanis buatan sakarin dilarang penggunaannya selama kehamilan karena dapat menembus batas plasenta sehingga dapat tinggal di dalam tubuh bayi. Pemanis buatan yang disarankan adalah golongan aspartam dengan dosis Recommended Daily Allowance 50 mg/kg/hari.

Ternyata tidak semua mitos yang diwejangkan oleh masyarakat kepada ibu hamil itu benar adanya, bukan? Semoga setelah mengetahui fakta yang ada, para ibu hamil dapat menjadi lebih bijak dalam mengatur asupan makanannya.

 

Referensi :

www.tanyadok.com/kesehatan/nutrisi-ibu-hamil

www.epigee.org/pregnancy/foods_avoid.html

www.bidanku.com

www.wikipedia.org/wiki/bromelain

www.ayahbunda.com

www.uptodate.com/contents/nutrition-in-pregnancy

www.webmd.com/baby/guide/eating-right-when-pregnant

 

 

, ,

About dr. Gabrielle Juliana Hartono

GP @ Siloam Hospitals Surabaya
View all posts by dr. Gabrielle Juliana Hartono →

1 thought on “Ketahui Mitos vs Fakta Pantangan bagi Ibu Hamil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *