Intoleransi Laktosa berbeda dengan alergi susu sapi

Pernahkah anda atau anak anda merasa ada yang salah dengan pencernaan anda ketika mengkonsumsi susu sapi? Tiba-tiba merasa perut anda mulas atau bahkan diare setelah menenggak segelas susu. Apakah yang terbersit dibenak bahwa anda alergi susu sapi? belum tentu! simak artikel berikut ini untuk fakta lebih lanjut.

 

lactose_5Intoleransi Laktosa, apasih sebenarnya Laktosa itu?

Laktosa adalah komponen gula utama atau karbohidrat utama yang ada di dalam susu atau produk susu lainnya. Untuk mencerna laktosa, usus kita memproduksi suatu enzim yang dikenal dengan enzim laktase. Intoleransi laktosa terjadi ketika tubuh tidak dapat mencerna dan menyerap laktosa akibat kurangnya produksi enzim laktase ini (defisiensi laktase)

Intoleransi Laktosa bukan berarti anda alergi susu sapi

Intoleransi laktosa berbeda dengan alergi susu sapi. Pada alergi susu sapi, terjadi suatu reaksi alergi (reaksi yang memicu sistem imunitas tubuh) terhadap protein yang ada dalam susu sapi. Oleh karena itu, gejala yang timbul merupakan suatu gejala sistemik yang meliputi sistem pernafasan, pencernaan, kulit, dan lain-lain.

Kenapa Intoleransi Laktosa bisa menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan?

Pada intoleransi laktosa, kurangnya produksi enzim laktase menyebabkan penimbunan laktosa dalam usus. Karena laktosa bersifat osmotik/menyerap, maka terjadi gangguan penyerapan air dalam usus sehingga volume usus bertambah. Penambahan volume usus ini menimbulkan rasa mual, muntah, dan peningkatan frekuensi gerak usus (peristaltik). Akibat dari peningkatan peristaltik adalah berkurangnya waktu transit makanan di dalam usus sehingga tidak sempat untuk dicerna dan diserap. Selain itu, laktosa yang tertimbun ini pada akhirnya dicerna oleh bakteri normal dalam usus sehingga terbentuk gas yang menyebabkan sensasi kembung dan rasa sakit di perut.Peningkatan volume usus, pengurangan waktu transit makanan, dan penimbunan gas menimbulkan gejala-gejala sebagai berikut: mual, muntah, kembung, kram perut, sering buang angin, dan diare. Berat atau ringannya gejala-gejala ini tergantung dari jumlah laktosa yang dikonsumsi.

121018_SCI_DairyProds.jpg.CROP.rectangle3-large

Siapakah yang beresiko mengalami intoleransi laktosa?

Aktifitas enzim laktase mulai terlihat pada akhir trimester pertama (usia kehamilan 3 bulan) dan meningkat drastis pada trimester ke-3 (usia kehamilan >7 bulan). Oleh karena itu, bayi-bayi yang lahir prematur memiliki kecenderungan untuk memiliki defisiensi enzim laktase, yang kemudian memiliki intoleransi laktosa. Pada bayi cukup bulan, aktifitas laktase menurun secara nyata pada usia 2 – 5 tahun. Gejala intoleransi laktosa baru terlihat setelah umur 6-7 tahun, bahkan beberapa penelitian mengatakan gejala juga baru dapat timbul pada umur 20. Satu hal yang harus diingat, aktifitas enzim laktase sangat bergantung pada umur.

Tips mengatasi kondisi Intoleransi Laktosa

Jika anda curiga bahwa anak anda memiliki intoleransi laktosa, langkah awal yang dapat dilakukan adalah dengan menghindari makanan dan minuman yang mengandung laktosa dan memberikan susu rendah atau bebas laktosa. Akan tetapi, ada baiknya untuk tidak menghindari susu sama sekali karena susu juga kaya akan Vitamin D yang dibutuhkan anak-anak untuk pertumbuhan tulang yang kuat dan sehat. Untuk langkah-langkah berikutnya dapat anda tanyakan pada dokter anda.

 

Referensi:

1.  Heyman MB. Lactose Intolerance in Infants, Children, and Adolescents. Pediatrics 2006;118;1279.

2.  Sinuhaji AB. Intoleransi Laktosa. Majalah Kedokteran Nusantara. 2006 Dec;39(4):424-29.

3.  Anom. Kenali Intoleransi Laktosa Lebih Lanjut. InfoPOM. 2008 Jan;9(1):1-3.

4.  The Royal Children’s Hospital. Lactose Intolerance [Internet]. Melbourne: The Royal Children’s Hospital; Feb 2007 [updated 2010 Oct; cited 2013 9 1]. Available from: http://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/Lactose_intolerance/

, ,

About dr. Sylvia Irawati

View all posts by dr. Sylvia Irawati →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *