Ibu hamil dan veganisme: cocok atau tidak?

Picture1Kehamilan merupakan salah satu peristiwa penting dalam hidup seorang perempuan. Selama empat puluh minggu, sosok manusia mungil berdiam dan bertumbuh dalam kandungan. Dengan asupan nutrisi yang baik, janin berkembang menjadi seorang bayi yang sehat, siap untuk menghadapi dunia luar. Dewasa ini gerakan veganisme/ gerakan tidak mengkonsumsi semua produk yang berasal dari hewani, termasuk produk susu dan telur. Muncul keraguan dan ketakutan dalam masyarakat tentang bagaimana kondisi kehamilan seorang ibu vegan, apakah aman ataukah berdampak kurang baik bagi perkembangan janin tersebut?

 

Nutrisi selama kehamilan

Selama mengandung, seorang ibu hamil memerlukan nutrisi yang cukup bagi perkembangan janin. Seorang ibu hamil memerlukan asupan kalori sekitar 300 kalori setiap harinya, dan lebih besar lagi saat menyusui yaitu sebesar 500 kalori. Namun, tidak hanya kalori, penambahan nutrisi selama kehamilan perlu mempertimbangkan vitamin, mineral dan protein yang juga esensial bagi tubuh.  Contohnya adalah zat besi. Besi merupakan bagian dari sel darah merah dan kekurangan zat besi (biasa dikenal sebagai anemia) berkaitan dengan kejadian berat badan bayi lahir rendah,kematian janin hingga perdarahan pasca persalinan.  Contoh lainnya seperti asam folat yang dibutuhkan bagi perkembangan sel. Kekurangan asam folat berdampak pada kelainan janin seperti tidak sempurnanya pembentukan kepala janin.

Kandungan gizi dalam makanan yang dikonsumsi seorang ibu hamil haruslah padat nutrisi. Peningkatan kebutuhan kalori lebih sedikit dibandingkan kebutuhan zat nutrisi lainnya. Pola diet keseharian seorang ibu hamil idealnya mengandung protein, lemak, karbohidrat, zat besi, asam folat, vitamin B12, zinc, serta nutrisi lainnya secara cukup dan memadai, tanpa memandang asal nutrisi tersebut yaitu hewani ataupun nabati. Penting bagi seorang ibu hamil untuk memilih makanan mereka secara bijak, makanan kaya nutrisi, namun tidak terlalu tinggi lemak, gula maupun kalori.

Nutrisi Vegan

Pertama kali dipopulerkan oleh Donald Watson tahun 1991, pionir Brittish Vegan Society, Veganisme mengacu pada abstinensi penggunaan produk hewani, termasuk produk telur dan susu. Meskipun berbagai penelitian telah menunjukkan manfaat diet vegan terhadap kesehatan, keraguan masih banyak dalam benak masyarakat mengenai kehamilan pada ibu dengan diet vegan. Apakah yang berbeda dari diet vegan? Seorang vegan menghindari konsumsi daging, ikan, ayam, telur maupun produk dari susu. Para vegan memiliki kadar kolestrol lebih rendah daripada pemakan daging dan penyakit jantung lebih jarang pada vegan. Diet vegan biasanya rendah lemak jenuh dan mengandung sedikit kolestrol. Risiko hipertensi, diabetes serta kanker relatif lebih rendah dibanding populasi umum pada mereka dengan pola diet vegan. Tingginya kadar serat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah konstipasi/ sulit buang air besar dan hal ini tentunya sangat baik saat kehamilan.

Picture2

Gambar 2. Berbagai jenis kekacangan yang menjadi sumber protein, kalsium, vitamin B12 bagi kaum vegan

 

Pict 4

Gambar 3. Berbagai pilihan makanan yang tersedia bagi para vegan

Saat hamil, kaum vegan cenderung lebih lean / rendah lemak daripada kelompok non vegan, dengan indeks massa tubuh relatif lebih kecil. Namun, Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa kenaikan berat badan pada perempuan vegan saat hamil tidak berbeda dengan non vegan. Berat bayi yang lahir dari ibu vegan juga sama seperti mereka yang lahir dari ibu non vegan. Salah satu hal positif dari diet vegan, selain membantu mencegah konstipasi saat kehamilan, asupan folat dan magnesium biasanya lebih tinggi dibandingkan non vegan. Beberapa penelitian turut menunjukkan bahwa angka kejadian preeklampsia/peningkatan tekanan darah selama kehamilan lebih rendah pada vegan, dibandingkan non vegan.

Picture5.png

Semua makanan dan minuman yang dimasukkan kedalam tubuh kita pada akhirnya akan dipecah menjadi “batu bata” tubuh yaitu karbohidrat, lemak, protein serta vitamin dan mineral. Tubuh kita tidak memandang asal “batu bata” tersebut, dan oleh karenanya, sebenarnya tidak ada perbedaan antara ibu hamil vegan maupun non vegan.  Menurut American Dietetic Association dan Dietitians of Canada, pola diet vegan yang direncanakan secara tepat baik bagi seluruh tahap kehidupan, termasuk masa kehamilan dan laktasi. Zat nutrisi yang penting untuk dipenuhi bagi seorang ibu vegan yang hamil mencakup protein, besi, zinc, kalsium, vitamin D, vitamin B12, iodine dan asam lemak omega-3.

Bagaimana memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut tanpa konsumsi produk hewani?

Jawabannya adalah dengan menemukan pengganti bagi produk hewani tersebut. Gantilah sumber protein seperti telur, daging dengan tempe, jamur, tahu, protein nabati yang terbuat dari kacang serta biji bijian. Kacang tanah, kacang panjang, lentil dan jenis kacang lainnya merupakan sumber protein yang baik. Gantilah susu sapi dengan susu soya. Sumber kalsium dapat diperoleh dari sayuran warna hijau tua, tahu, brokoli, biji bunga matahari. Asam lemak omega 3 dapat diperoleh dari susu soya, kacang kedelai, jagung serta biji bunga matahari.

Asam folat, asal kata “foliage” berarti daun tanaman, berasal dari sayuran berwarna hijau. Konsumsi produk yang difortifikasi dengan asam folat dan besi sangat membantu dalam kehamilan ibu vegan. Khusus untuk zinc dan vitamin D, seorang ibu vegan perlu mengkonsumsi makanan yang difortifikasi vitamin D serta mengkonsumsi zinc dalam bentuk suplementasi. Meskipun zinc yang ditemukan pada kacang-kacangkan tidak seperti daging, tapi cukup dan merupakan sumber zinc yang penting terutama untuk vegetarian. Misalnya pada tepung gandung utuh, sereal, kacang almond, kacang mete,biji bunga matahari, kacang tanah, tempe,tahu. Adapun penyerapan zinc yang lebih rendah pada makanan dapat ditingkatkan dengan cara semisal kombinasi kacang-kacangan dengan jus lemon ataupun saus tomat, dimana kedua hal ini membantu penyerapan zinc dalam pencernaan. Vitamin B12 diperlukan bagi tubuh dan hal ini dapat diperoleh dari sumber seperti tempe, rumput laut dan makanan yang difortifikasi dengan vitamin B12.

Bagaimana dengan bayi yang lahir dari keluarga vegan?Apakah bayi tersebut mengalami hambatan dalam tumbuh kembangnya di kemudian hari?

Tidak terdapat hambatan pada tumbuh kembang anak yang lahir dari serta dibesarkan oleh keluarga vegan. Secara umum, risiko alergi pada anak berkurang. Penelitian menunjukkan alergi susu sapi merupakan penyebab utama alergi makanan pada bayi, termasuk kondisi lainnya seperti asma, alergi, eksim pada kulit bayi. Bagi pertumbuhan dan perkembangan anak vegan, asupan nutrisi dalam pola diet keseharian yang direncanakan dengan baik, menjamin kecukupan gizi sang anak. Dengan variasi makanan yang adekuat, secara umum anak vegan sama saja seperti anak non vegan.

pregnancy-nutrition

Seorang ibu vegan yang hamil tidak berbeda dengan ibu yang tidak menjalani pola diet vegan. Kebutuhan nutrisi selama kehamilan tidak berbeda antara vegan dan non vegan. Beberapa kondisi seperti tingginya serat dalam diet vegan membantu mencegah konstipasi serta menurunkan risiko tekanan darah tinggi pada kehamilan. Cukupi kebutuhan nutrisi selama kehamilan pada ibu vegan dengan memilih bahan makanan yang baik serta padat nutrisi. Anak yang lahir dari ibu vegan dan dibesarkan dengan pola diet vegan, dengan asupan nutrisi yang adekuat, berkembang secara baik dan bahkan terhindari dari beberapa penyakit tertentu.

– Jimmy P.W.

Tenaga kesehatan,ahli kebidanan dan kandungan,  praktisi vegan

 

Berikut adalah contoh menu sederhana bagi seorang ibu vegan yang hamil

Sarapan ½ cangkir oatmeal dengan sirup maple

1 lembar roti gandum dengan selai buah

1 gelas susu soya dengan fortifikasi

½ gelas jus jeruk yang difortifikasi dengan kalsium dan vitaminSnack½ bagel gandum dengan margarin, 1 pisangMakan Siang2 lembar roti gandum

2 balok tempe ukuran sedang

2 tahu ukuran sedang

1 cangkir sayuran hijau

1 apel ukuran sedang

1 gelas susu soya terfortifikasi

Snack

¾ gelas sereal, ½ gelas jus blueberry, 1 gelas susu soya

Makan Malam

¾ gelas sup tahu dan sayuran

1 cangkir nasi

1 buah jeruk ukuran sedangSnackBiskuit kraker gandum, 1 gelas jus apel

Diadaptasi dari Mangels AR. Vegetarian diets in pregnancy. USA.2008.

 

Referensi:

Mangels AR. Vegetarian diets in pregnancy. Dalam: Lammi CJ, Couch SC, Philipson EH.(ed) Handbook of nutrition and pregnancy. USA: Humana Press. 2008:215-217

Turner ER. Nutrition during pregnancy. Dalam: Shils ME, Shike M, Ross CA, Caballero B, Cousins RJ. Modern nutrition in health and disease 10th edition.USA:Lippincott Williams & Wilkins.2006: 774-778

Timmerman S, Steegers –Theunissen RP, Vujkovic M, Bakker R, den Breeijen H, Raat H, et al. Major dietary patterns and blood pressure patterns during pregnancy: the generation R study. Am J Obstet Gynecol.2011.205.337:e1-12

Wikipedia. Veganism. Diunduh dari http://en.wikipedia.org/wiki/Veganism#Egg_replacements tanggal 21 Juli 2013, pukul 10.02 BBWI

Physician Committed for Responsible Medicine. Vegetarian diets for pregnancy.  Diunduh dari www.PCRM.org tanggal 21 Juli 2013, pukul 14.00 BBWI

Physician Committed for Responsible Medicine. Ingredients Substitions Chart.  Diunduh dari www.PCRM.org tanggal 21 Juli 2013, pukul 14.00 BBWI

Renda M, Fischer P. Vegetarian diets in children and adolescents. Pediatrics in review.2009.30;e1. DOI: 10.1542/pir.30-1-e1

PETA. Vegan children: Healthy and happy. Diunduh dari http://www.peta.org/issues/animals-used-for-food/vegan-children-healthy-and-happy.aspx tanggal 22 Juli 2013, pukul 12.00 BBWI

, , , , ,

About dr. Jimmy Panji W., Sp.OG

View all posts by dr. Jimmy Panji W., Sp.OG →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *