Cegah Dehidrasi Saat Puasa

Menjalani bulan Ramadhan, batin dan fisik harus tetap dijaga dengan baik. Selama menjalankan puasa, kita tidak mengkonsumsi cairan dalam bentuk apapun selama lebih dari 12 jam. Ditambah dengan kondisi iklim di Indonesia yang termasuk negara tropis dengan suhu siang hari sekitar 30 derajat celcius. Faktor-faktor ini menyebabkan kita rentan mengalami dehidrasi selama bulan puasa. Jadi bagaimana trik untuk cegah dehidrasi saat puasa  agar Anda tetap dapat menjalankan ibadahdengan tetap bugar?

Tanda-tanda Dehidrasi

Pertama Anda harus terlebih dahulu mengenali tanda-tanda dehidrasi. Berikut adalah beberapa tanda awal dehidrasi yang harus Anda kenali :

  • Bibir terasa kering dan pecah-pecah
  • Rasa haus
  • Rasa mengantuk atau sulit berkonsentrasi
  • Volume urin berkurang
  • Warna urin yang lebih pekat
  • Lemas, pusing atau bahkan pingsan

Tips Mencegah Dehidrasi Saat Puasa

1. Cukupi kebutuhan cairan Anda pada saat sahur dan berbuka

Dalam sehari, rata-rata orang dewasa membutuhkan 2 liter cairan. Itu artinya setara dengan 8 gelas per hari. Pada saat berpuasa, hendaknya kebutuhan cairan tersebut dipenuhi pada saat sahur, berbuka dan malam hari sesudah berbuka. Akan tetapi, hindari minum air sekaligus banyak dalam satu waktu. Aturlah asupan cairan secara seimbang pada saat sahur, berbuka dan pada malam hari sesudah berbuka dan sebelum tidur.

2. Hindari mengkonsumsi kopi, teh atau minuman kola pada saat sahur

Kopi, teh dan minuman yang mengandung kola bersifat diuretik. Artinya dapat menambah jumlah produksi urin. Hal ini tentunya akan menyababkan tubuh semakin kekurangan cairan. Oleh sebab itu hendaknya minuman tersebut sedapat mungkin dihindari selama sahur dan berbuka.

3. Hindari makan makanan yang mengandung garam yang berlebihan

Makanan yang tinggi akan kandungan garam bersifat menarik air sehingga akan menyebabkan tubuh semakin kekurangan cairan. Bukan berarti makanan yang mengandung garam sama sekali tidak boleh dikonsumsi, akan tetapi hindarilah garam yang berlebihan.

4. Konsumsi banyak buah dan sayur yang banyak mengandung air pada saat sahur dan berbuka

Mengkonsumsi buah dan sayur terutama yang banyak mengandung air seperti semangka, melon, mentimun, dan tomat akan membantu tubuh dalam memenuhi kebutuhan cairan. Selain minum banyak air putih, Anda juga dapat mengkonsumsi buah dan sayur pada saat sahur untuk menambah cairan dalam tubuh sebagai persiapan dalam menghadapi puasa yang akan Anda jalankan.

5. Batasi aktivitas di luar ruangan

Tubuh kita mengeluarkan cairan melalui urin, feses, pernapasan dan keringat. Oleh sebab itu hindarilah melakukan aktivitas yang berlebihan di luar ruangan karena akan berakibat pada hilangnya cairan tubuh melalui keringat yang pada akhirnya akan menyebabkan dehidrasi.

 

Referensi

Leiper, JB, and AM Molla. “Effects on health of fluid restriction during fasting in.” European Journal of Clinical Nutrition, 2003: S30–S38.

Mahroof, Razeen, Dr, BM MRCP(UK) FRCA, et.al. “Ramadan Health Guide.” NHS, 2010.

Fauci, et al, editor. Harrison’s Manual of Medicine 17th edition. New York: McGraw Hill; 2008

, , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *