Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Jul 8, 2013 in Featured, Healthy Diets | 0 comments

Berpuasa bagi Penderita Kencing Manis

Berpuasa bagi Penderita Kencing Manis

Penderita kencing manis harus terus mengkonsumsi obat-obatan tanpa terputus. Sedangkan jika dihitung dari seluruh populasi umat muslim terdapat sekitar 25% yang mengalami penyakit ini. Pertanyaannya adalah, dapatkah seseorang yang menderita kencing manis berpuasa?? Mari kita bahas bagaimana berpuasa bagi penderita kencing manis.

Pada saat seseorang berpuasa, terjadi penurunan  kadar gula darah sekitar 3,3-3,9 mmol/L (60-70 mg/dL) yang terjadi sekitar beberapa jam setelah orang berpuasa. Namun, hal ini membuat terjadinya peningkatan pembentukan kadar gula (glukoneogenesis) di hati. Hal ini terjadi akibat penurunan kadar insulin dan peningkatan hormon pembentuk gula. Salah satu studi mengatakan bahwa penurunan kadar gula darah terjadi pada hari pertama berpuasa kemudian diikuti normalnya gula darah pada hari ke 20 dan sedikit meningkat di akhir bulan puasa.

Penurunan Berat badan yang terjadi pada orang normal selama bulan puasa sekitar 1,7kg-3,8 kg. Penurunan tersebut di hitung setelah satu bulan berpuasa. Pada orang dengan diabetes mellitus masih terdapat beberapa kontroversi mengenai perubahan berat badan. Terdapat beberapa studi yang mengatakan bahwa terjadi peningkatan dari berat badan, penurunan berat badan atau bahakan tidak mengalami perbuahan. Hal ini disebabkan walaupun terjadi pembatasan makan dan minum selama berpuasa, namun setelah maghrib, pasien sudah dapat memakan tanpa apa saja tanpa ada batasan. Selain itu, kebanyakan penderita kencing manis mengurangi aktivitas sehari-hari pada bulan ini karena ketakutan terjadinya kekurangan gula darah.

Untuk pengukuran gula darah selama berpuasa, terdapat beberapa pasien yang meningkat atau menurun. Hal ini tergantung dari makanan yang dikonsumsi, obat-obatan serta aktivitas fisik. Pada banyak kasus tidak terdapat komplikasi berbahaya yang muncul

Ada beberapa hal yang harus di perhatikan selama berpuasa untuk orang dengan kencing manis.  Penderita kencing manis dengan keadaan seperti di bawah ini tidak disarankan untuk berpuasa:

-          Diabetes Melitus tipe I

-          Diabetes Melitus tipe I dan II yang tidak terkontrol

-          Penderita Diabetes yang sudah memiliki komplikasi seperti riwayat sakit jantung dan hipertensi yang tidak terkontrol

-          Pasien dengan riwayat ketoasidosis

-          Ibu hamil dengan diabetes

-          Pasien diabetes dengan riwayat infeksi berulang

-          Pasien diabetes yang sudah tua dan memiliki banyak masalah kesehatan

-          Pasien dengan riwayat terjadinya 2 episode atau lebih hipo ato hiperglikemia

Penderita kencing manis disarankan untuk kembali berpuasa apabila keadaan tersebut sudah dapat diatasi dan berada di bawah pengawasan dokter.

Berikut ini adalah rekomendasi hal-hal yang perlu diperhatikan selama berpuasa

1. Nutrisi

Pasien harus tetap menghindari makanan yang terlalu berlemak dan memiliki kalori tinggi

2. Aktivitas Fisik

Olah raga ringan serta sedang dapat dilakukan selama berpuasa. Dimana telah dibuktikan bahwa aktivitas fisik yang dilakukan dapat membantuk untuk mengontrol gula darah.

3. Regimen pengobatan disesuaikan dengan petunjuk dokter Anda.

4. Selalu ingat mengenai Segitiga Ramadan pada penderita kencing manis, yaitu:

- Kontrol gula darah secara berkala

- Cek kadar aseton (penderita diabetes tipe I)

- Mengukur berat badan

Perlu diperhatikan adaya gejala dehidrasi, hipoglikemia dan hiperglikemia pada saat puasa. Apabila terjadi komplikasi, maka sebaiknya puasa harus langsung dihentikan dan segera mengkonsultasikan hal tersebut kepada dokter. Setelah bulan Ramadan telah usai, regimen harus kembali dikonsultasikan dengan dokter untuk kembali mendapatkan penyesuaian dosis obat.

Alangkah baiknya jika sebelum melakukan ibadah puasa, setiap penderita kencing manis mengkonsultasikan hal tersebut kepada dokter.

Selamat berpuasa

 

Daftar Pustaka

  1. Azizi, Fereidoun. Ramadan Fasting and Diabetes Mellitus. Archives of Iranian Medicine. Vol 6, No.4. Iran: October 2003.
  2. Azizi, F. Research in Islamic fasting and health. Ann Saudi Med. 2002; 22:186-91.
  3. Al-rouj, Montra, et.al. Recommendations for Management of Diabetes During Ramadan. Diabetes Care. Vol 28. Egypt: 2005.
  4. Ali Mohamed, Gaman. Car, Nikica, Muacevic-Katane, Diana. Fasting of Persons with Diabetes Mellitus during Ramadan. Diabetologia Croatica. Kenya: 2002.

 

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>