Mengenal Susu Formula Lebih Dekat

Dua bulan belakangan ini menjadi bulan yang berbeda bagi Sinta. Bagaimana tidak, ia kini berpredikat sebagai ibu. Namun malang nasib Sinta, ia berhalangan memberikan ASI eksklusif. Ia pun merasa bingung akan pariwara di televisi yang begitu gencar menawarkan banyak produk. Ada susu X dengan janji membuat anak lebih cerdas, dan susu Y mengumbar janji akan membuat anak sehat dan tumbuh optimal.

Memang benar, bahwa ASI eksklusif adalah pilihan yang terbaik bagi ibu dan bayinya. Namun, tidak semua ibu mendapat keberuntungan untuk menyusui anaknya. Banyak keadaan di mana ibu tidak dapat menyusui anaknya demi kesehatan keduanya, seperti pada ibu pengidap HIV/AIDS atau TBC, serta tengah menjalani perawatan obat antikanker atau obat tertentu. Agar bayi tetap dapat mendapatkan asupan gizi yang baik, dapat diberikan susu formula sebagai pengganti.

Susu formula atau infant formula adalah susu buatan yang menyerupai ASI. Komposisi isi dan formulanya disesuaikan untuk kebutuhan bayi dan dapat berasal dari susu sapi atau susu kacang kedelai yang ditambahkan bahan-bahan tertentu. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan untuk mengurangi penggunaan susu formula kecuali pada keadaan yang mendesak seperti yang telah disebutkan di atas. Nah, bagi ibu yang dapat menyusui dengan baik, berikanlah ASI untuk anak Anda.

Mengenai perbedaan antara ASI dan susu formula, dapat Anda baca pada salah satu artikel di TanyaDokterAnda ini. Tautannya kami sertakan pada kolom Baca Juga di bawah artikel ini.

Jenis Susu Formula
Susu formula dibagi atas usia sang bayi. Pembagian ini disesuaikan dengan perkembangan dari bayi sendiri. Tentu daya serap dari sistem pencernaan dan kebutuhan gizinya berbeda antar periode usia. Susu formula pun ada yang digunakan untuk kondisi khusus, misalnya pada bayi dengan keadaan intoleransi laktosa atau bayi yang lahir dengan berat badan rendah (BBLR = berat badan lahir rendah). Untuk memilih susu mana yang sesuai, Anda harus berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi. Bila salah memilih, pertumbuhan anak dapat terganggu.

Pertimbangan lainnya adalah harga susu tersebut dan kemudahan untuk mendapatkannya, kecuali beberapa susu khusus yang memang tidak dapat dijual di pasaran.

Gizi Susu Formula
Sebagian besar susu formula yang ada di dunia berasal dari penelitian di Amerika Serikat yang diawasi oleh Kantor Administrasi Makanan dan Obat Amerika (FDA). Susu formula harus mengandung zat-zat dasar yang diperlukan: protein, lemak, asam linoleat, vitamin A, C, D, E, K, B1, B2, B6, B12, asam folat, kalsium, magnesium, besi, seng, mangan, tembaga, fosfor, yodium, sodium klorida, kalium klorid, biotin, kolin, dan inositol.

Zat Gizi Tambahan
Pariwara susu formula di televisi seringkali mendengungkan kata-kata rumit: Omega3, DHA, LA, laktoferin, prebiotik, sfingomielin, dan lain-lainnya. Sebenarnya, zat-zat diatas semua sudah tercakup di dalam ASI. Menurut dr. Widodo Judarwanto, Sp.A, sebenarnya zat tambahan ini tidak merupakan pertimbangan utama pemilihan susu yang terbaik. Zat-zat tersebut ditambahkan pada susu dasar seperti susu sapi agar nutrisi bagi anak diharapkan dapat terpenuhi dengan baik. Namun ada beberapa penelitian yang menyebutkan pemberian AA-DHA (asam arakidonat dan asam dokosaheksaenoat) hanya berguna bagi anak prematur. WHO sendiri hanya menganjurkan AA-DHA untuk bayi prematur.

Penambahan prebiotik juga tidak akan banyak berfaedah, bila pencernaan anak sendiri dalam keadaan yang optimal.

Bila Susu Formula Tak Cocok
Bisa saja anak tidak cocok dengan susu formula yang diberikan. Hal ini sering disebabkan oleh alergi. Sistem kekebalan dalam tubuh anak menolak untuk menerima beberapa zat dalam susu formula. Gangguan ini dapat terjadi kurang dari 8 jam hingga 1 minggu setelah konsumsi susu. Gejalanya mirip dengan gejala reaksi makanan, misalnya:

  1. Pada saluran cerna. Anak menjadi sering muntah, buang angin, nyeri di perut, dan keadaan feses yang tidak normal.
  2. Pada kulitnya terdapat bisul atau bintik kemerahan.
  3. Adanya batuk, bersin, pilek.
  4. Mata belekan.

Gangguan lainnya dapat berupa tumbuh kembang anak yang tidak sesuai. Bila Anda mendapati anak dengan gangguan-gangguan tersebut, segera konsultasikan dengan dokter.

Susu formula memiliki banyak variasi dan fungsinya. Pemilihannya harus tepat agar tidak mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak. Ingat kembali, bahwa bila Anda dapat mengusahakan ASI, berikanlah karena ASI adalah pilihan terbaik.

Referensi
Center for Disease Control and Prevention: When should a mother avoid breastfeeding. http://www.cdc.gov/breastfeeding/disease/contraindicators.htm.

FDA: Infant Formula FAQ.

Conectique.com: Mengenal Kandungan dalam Susu Formula Anak. http://www.conectique.com/tips_solution/diet_nutrition/nutrition/article.php?article_id=4556.

Judarwanto, Widodo. Pemilihan Susu Formula Terbaik untuk Anak. http://www.pdpersi.co.id/?show=detailnews&kode=961&tbl=artikel

, ,

About dr. Sylvia Irawati

View all posts by dr. Sylvia Irawati →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *